Manfaat Imunisasi Lengkap Pada Bayi

tips kesehatanAnda yang memiliki bayi jangan lupa untuk selalu memberikan imunisasi secara lengkap di puskesmas terdekat. Hal ini dikarenakan betapa pentingnya imunisasi pada bayi Anda yang akan dirasakannya beberapa tahun kemudian. Memang efek yang dirasakan tidak langsung hari itu juga namun selang beberapa tahun. Seperti yang terjadi pada seorang artis yang disebut dengan anti vaksin ini baru merasakan dampaknya ketika kedua anaknya berumur 3 tahun terkena campak. Imunisasi memang sangat penting untuk perlindungan anak dari berbagai penyakit berbahaya dikemudian hari. Imunisasi merupakan upaya atau cara untuk memberikan kekebalan pada bayi juga anak-anak agar terhindar dari berbagai penyakit tertentu. Tentunya hal ini dilakukan dengan sengaja.

Manfaat Penting Imunisasi Lengkap Pada Bayi

Imunisasi atau vaksinasi sendiri sebenarnya ada banyak macamnya dan diberikan mulai dari bayi dengan umur 0 bulan hingga dewasa. Akan tetapi untuk yang lebih pentingnya adalah imunisasi yang diberikan pada bayi. Hal ini diberikan karena bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap penyakit yang berasal dari virus juga bakteri. Bagi mereka jangan sampai ada imunisasi yang terlewatkan. Mulai dari imunisasi HB0 yang diberikan pada bayi baru lahir hingga 7 harinya. Kemudian berturut-turut tiap bulannya BCG dan Polio1, DPT/HB1 dan Polio2, DPT/HB2 dan Polio3, dan DPT/HB3 dan Polio4 kemudian yang terakhir adalah imunisasi Campak yang diberikan pada bayi umur 9 bulan.

BCG (Bacillus Calmette Guenin) berfungsi untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC. HB (Hepatitis B) untuk mencegah penyakit Hepatitis B. Polio untuk mencegah penyakit polio. Kemudian DPT yang terdiri dari 3 penyakit yaitu Dipteri, Pertusis dan Tetanus, vaksin ini dilanjutkan ketika anak berusia 18 bulan, 5 tahun dan 12 tahun. Yang terakhir campak yang diberikan pada usia 9 bulan dan dilanjut pada usia 6 tahun. Jika tidak diberikan maka dampaknya seperti yang terjadi pada tahun 2014 di provinsi Sumatra Barat dengan wabah difteri hingga menelan korban. KLB difteri di kota Padang dan Solok menjadi contoh jika tidak di vaksin maka akibatnya muncul penyakit yang sudah lama hilang. Hal ini terjadi karena mereka meyakini bahwa vaksinnya mengandung babi sehingga banyak warga yang tidak mengimunisasikan anaknya.

Related posts: