Obat Tradisional Untuk Demam Anak

Gaya Hidup SehatJika anak Anda demam pastilah Anda akan melakukan apapun demi kesembuhan anak Anda dan pilihan yang biasa Anda lakukan pastilah membawanya ke dokter ataupun membelikan obat penurun deman di apotek terdekat. Pasalnya ada obat tradisional yang bisa Anda pilih untuk meredakan demam anak Anda sebelum menggunakan obat yang di berikan oleh dokter ataupun yang Anda beli di apotek karena obat seperti itu bahan kimianya cukup besar dan bisa membuat tubuh menjadi kebal pada salah satu jenis obat sehingga harus meningkatkan dosisnya jika ingin menyembuhkan satu penyakit yang sama. Banyak cara tradisional yang bisa Anda lakukan untuk meredakan demam anak Anda.

Obat Tradisional Cocok Untuk Meredakan Demam Anak

Banyak obat tradisional yang bisa Anda gunakan untuk meredakan panas anak Anda jika sedang demam. Salah satu yang bisa Anda gunakan untuk meredakan demam anak adalah madu. Cukup Anda minumkan satu sendok madu kurang lebih tiga kali sehari saat anak Anda demam. Madu tidak memiliki efek samping sehingga mau di minum sesering apapun tidak akan berarti buruk untuk tubuh anak Anda. Yang kedua campuran kunyit dan madu. Kunyit di percaya mampu menurunkan demam dengan cepat. Caranya pun cukup mudah, Anda hanya perlu menyiapkan kunyit satu ruas yang sudah di bersihkan kemudian Anda parut kunyit tersebut dan ambil air perasan kunyit tadi. Jangan lupa peras dengan air minum karena air kunyit ini untuk di minum. Campurkan air kunyit tadi dengan dua sendok makan madu, dan minumkan kepada buah hati Anda yang sedang demam. Campuran kunyit dan madu ini akan bereaksi dengan baik pada tubuh Anda untuk meredakan demam yang sedang di alaminya.

Masih banyak obat tradisional yang bisa di gunakan untuk meredakan demam anak Anda. Alangkah lebih baiknya jika Anda menggunakan cara tradisional dulu jika buah hati Anda sedang sakit sebelum membelikan obat yang mengandung bahan kimia ataupun membawanya ke dokter. Tetapi jika anak Anda sakit berlanjut segeralah bawa ke dokter untuk di periksa lebih lanjut.

Related posts: