Tata Cara Sholat Dhuha Yang Sesuai

sholat dhuhaJika Anda ingin menjalankan salah satu sholat sunah yang satu ini yang memiliki sangat banyak keutamaan yang bisa Anda dapatkan baik untuk di dunia maupun di akhirat kelak, Anda harus mengetahui tata cara sholat dhuha yang baik dan benar. Mengapa demikian karena sholat ini memiliki waktu tersendiri untuk menjalankan shalatnya dan Anda juga harus mengetahui hal tersebut. Sholat ini bisa memudahkan Anda dalam segala urusan di dunia maupun di akhirat dan banyak ulama yang memberikan hadist bahwa sholat sunah yang satu ini memberikan Anda keistimewaan untuk lancar dalam urusan rejeki selama Anda juga bisa berusaha dengan sekuat tenaga.

Belajar Tata Cara Sholat Dhuha Yang Sesuai

Jika Anda bertanya tata cara sholat dhuha yang sesuai yang pertama yang harus Anda perhatikan adalah kapan waktu Anda sholat. Untuk sholat sendiri Anda bisa memulai di pagi hari setelah matahari terbit sekitar 7 hasta ketinggiannya atau banyak ulama yang memberikan perumpamaan setelah terbit satu tongkat. Atau untuk waktu yang lebih mudah adalah sekitar pukul tujuh pagi. Sementara waktu yang paling dianjurkan untuk melakukan ibadah yang satu ini adalah pukul 09:00 hingga 11:00 sebelum sholat dzuhur Anda jalankan. Untuk tata caranya sendiri sama seperti sholat pada umumnya dua kali rakaat kemudian salam. Dan untuk rakaat pertama dianjurkan Anda membaca surat Asy-Syam dan rakaat keduanya surat Al lail. Kedua surat itu adalah surat yang dianggap paling sesuai untuk di lantunkan saat sholat sunah yang satu ini berdasarkan banyak ulama yang meriwayatkan. Anda bisa menjalankan sholat sebanyak dua sampai dua belas rakaat selama itu dalam hitungan genap.

Dan setelah Anda selesai menjalankan sholat Anda bisa membaca doa khusus setelah sholat yang satu ini. Dalam doa tersebut berisikan berbagai permintaan Anda yang Anda kirimkan untuk di ijabah oleh Allah SWT. Dan isinya Allah jika Anda istighomah dan benar dalam menjalankan tata cara sholat dhuha Anda bisa menikmati keutamaan sholat yang satu ini baik di dunia maupun setelah di akhirat kelak.

Related posts: